Madirsan-tanjung morawa 'Garden Flower' Mayoritas Penduduknya Penjual Bunga
MEDAN-TANJUNG MORAWA - Saat melintasi Jalan
Mardisan, tepatnya di Kelurahan Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung
Morawa, yang juga disebut Garden Flower, wisatawan akan melihat
pemandangan aneka bunga di setiap depan rumah penduduk.
Bukan belasan atau puluhan melainkan ratusan bunga berbaris di halaman rumah penduduk yang kebanyakan memiliki halaman luas.
Jika tertarik untuk berhenti sejenak, wisatawan bisa melihat banyak
aneka tanaman dan mengenal cara perawatan dan kegiatan penduduk yang
bermata pencaharian pedagang dan pengurus bunga ini.
Seluruh penduduk mayoritas merupakan pedagang bunga, oleh sebab itu
desa tersebut dijuluki Garden Flower. Bak surganya bunga, atau istana
bunga di negeri dongeng.
Garden Flower menawarkan warna-warni aneka tanaman, baik itu bunga
atau buah. Mulai dari yang kecil hingga yang besar, dari bunga biasa
hingga bunga langka, dan bunga yang paling murah hingga yang paling
mahal.
Tanti Nila Wati, owner Tanti Flowers, menuturkan kebanyakan bunga bahkan ditanam dan dicangkok sendiri.
Kampung Bunga
"Sisi, ayoklah... aku antar kau raon raon ke Kampung Wisata Bunga?"
Kampung Wisata Bunga?
Iya, ada Kampung Wisata Bunga di Tanjung Morawa, Medan.
Sudah lama memang saya rayu adek saya untuk mau mengantarkan saya ke
Kampung Wisata Bunga yang letaknya cuma berjarak satu gang dari rumah
ibu saya di Medan. Tepatnya adalah di Gang madirsan, Desa Bangun Sari,
Tanjung Morawa, Medan.
Saya sering lewat depan Gang Madirsan, sekitar 13 Kilometer dari Kota
Medan. Gang Madirsan merupakan gerbang masuk ke kampung Wisata Bunga
untuk anda yang datang dari arah jalan Medan Tanjung Morawa. Tadinya
sihhh....saya gak 'ngeh dengan Gapura besar depan Gang Madirsan yang
bertuliskan Wisata Bunga Bangun Sari.
Tapi lama lama heran juga, kenapa tiap lewat depan Gapura Madirsan pasti
macet deh. Ada apaan sih di Gang Madirsan?. Masa banyak banget antrian
kendaraan pribadi memasuki gang, banyak satpam dan bentor alias becak
motor khas Medan mangkal depan gang, sampai akhirnya adek saya bercerita
bahwa Gang Mardirsan sekarang sudah bukan gang biasa lagi, tapi sudah
berubah menjadi Kampung Wisata Bunga.
"Kampung Wisata Bunga ramee loh Siiii, apalagi pas hari libur, orang
dari luar negeri banyak yang raon kesana, selfie, welfie, atau beli
bunga," kata adek saya.
Baiklah, meluncurlah saya dan adek saya ke Kampung Wisata Bunga, dan
wahhhh... beneran saya dibuat terpesona. Sepanjang jalan dalam Gang
Madirsan penuh dengan berbagai macam tanaman yang disusun rapi. Adek
saya bilang kalau rata-rata warga yang tinggal sekitaran Gang Madirsan
memang petani dan penjual bunga.
Saat saya mampir ke sana, kebetulan sedang tak ramai. Mampir ke salah
satu rumah penjual bunga yang di depan rumahnya ada patung singa macam
patung singa yang di Singapura, No selfie! Jangan kawatir, tak ada
larangannya. Iya bener Anda memang tak dilarang untuk foto-foto kok.
Masuk lebih dalam ke Gang, dan saya merasa de javu. Suasananya beda
banget, tak ada rasa panas karena buat saya Medan tuhh panas lohhh
suhunya..sumuk...tapi di Kampung Wisata Bunga yang ada malah rasa adem
dan hijau, mengingatkan saya akan suasana di Puncak Bogor.
cakep kannn nyusun pokok kembangnya..
Yang unik adalah rumah penjual bunga di tanah yang landai yang sangat
rimbun, bunga-bunga mereka susun begitu rupa disekitar rumah mereka.
Saya jadi pengen beli pohon bunga mawar yang wahhhhh... pohonnya
disusun rapi, berbagai jenis bunga mawar dengan berbagai warna, silahkan
dipilih-pilih.
Kampung Bunga
Kampung Bunga
"Keren kali in Banggg, Gang kok bisa disebut Kampung Wisata Bunga,
kenapa yaaa Bang?"
Si Abang abang yang kebetulan melayani saya beli-beli pohon bunga mawar,
bercerita bahwa Kampung Wisata Bunga Tanjung Morawa, ternyata tak hanya
seluas Gang Madirsan saja, tapi ada sekitar 4 dusun yang bergabung
menjadi Kampung Wisata Bunga. Luasmya memanjang sampai ke arah Bandara
Internasional Kuala Namu. Bahkan Gang Madirsan merupakan jalan
alternatif lain menuju Batang Kuis dan BandaraInternasional Kuala Namu
untuk anda yang datang dari Jalan Medan Tanjung Morawa.
"Pohon bunga di Bandara Internasional Kuala Namu, itu semua dari sini
Kak belinya, pas itu rame kalilah di sini, sempat untung besar kami,
karena mereka--pihak Bandara-- beli pohon bunga dalam jumlah besar,"
kata abang pejual bunga lagi menjelaskan tanpa saya minta.
Pilih bunga mawar
Pilih bunga mawar
"Pembeli bunga juga banyak yang bukan orang sini loh Kak, sering pembeli
dari Singapura dan Malaysia melancong raon raon di sini, biasanya pas
hari libur besar," lanjut si Abang lagi.
Nah!
Untuk anda yang di Medan dan sekitarnya, atau untuk anda yang hobi
jalan-jalan, mampirlah ke Kampung Wisata Bunga Tanjung Morawa Medan. Tak
ada uang tiket masuk, uang bayar parkir, semua gratis, yang perlu anda
bayar hanyalah pohon yang anda beli. Yang dijual juga tak hanya bunga
tapi macem macem pokok atau pohon lengkap disini.. Adek saya kebetulan
beli bibit pohon mahoni. Harga tanaman variatif dari yang dihargai
seribu rupiah sampai ada yang puluhan juta rupiah per pohon.
Oh ya, satu lagi, sekolah dasar tempat saya menuntut ilmu sampai kelas 5
SD, letaknya juga di Gang Madirsan, di Kampung Wisata Bunga, dan saat
saya sempatkan lewat, saya terpesona. Sekolah itu sudah berubah, banyak
pepohonan dengan gedung sekolah yang sudah dibangun permanen.
Selengkapnya :
http://www.kompasiana.com/www.ummmariam.com/ada-kampung-wisata-bunga-di-tanjung-morawa-medan_56fcb7ba1393731e0d6d1728
Untuk anda yang di
Medan dan sekitarnya, atau untuk anda yang hobi jalan-jalan, mampirlah
ke Kampung Wisata Bunga Tanjung Morawa Medan. Tak ada uang tiket masuk,
uang bayar parkir, semua gratis, yang perlu anda bayar hanyalah pohon
yang anda beli. Yang dijual juga tak hanya bunga tapi macem macem pokok
atau pohon lengkap disini.. Adek saya kebetulan beli bibit pohon mahoni.
Harga tanaman variatif dari yang dihargai seribu rupiah sampai ada yang
puluhan juta rupiah per pohon.
Oh ya, satu lagi, sekolah dasar tempat saya menuntut ilmu sampai kelas 5
SD, letaknya juga di Gang Madirsan, di Kampung Wisata Bunga, dan saat
saya sempatkan lewat, saya terpesona. Sekolah itu sudah berubah, banyak
pepohonan dengan gedung sekolah yang sudah dibangun permanen.
Selengkapnya :
http://www.kompasiana.com/www.ummmariam.com/ada-kampung-wisata-bunga-di-tanjung-morawa-medan_56fcb7ba1393731e0d6d1728
Untuk anda yang di
Medan dan sekitarnya, atau untuk anda yang hobi jalan-jalan, mampirlah
ke Kampung Wisata Bunga Tanjung Morawa Medan. Tak ada uang tiket masuk,
uang bayar parkir, semua gratis, yang perlu anda bayar hanyalah pohon
yang anda beli. Yang dijual juga tak hanya bunga tapi macem macem pokok
atau pohon lengkap disini.. Adek saya kebetulan beli bibit pohon mahoni.
Harga tanaman variatif dari yang dihargai seribu rupiah sampai ada yang
puluhan juta rupiah per pohon.
Oh ya, satu lagi, sekolah dasar tempat saya menuntut ilmu sampai kelas 5
SD, letaknya juga di Gang Madirsan, di Kampung Wisata Bunga, dan saat
saya sempatkan lewat, saya terpesona. Sekolah itu sudah berubah, banyak
pepohonan dengan gedung sekolah yang sudah dibangun permanen.
Selengkapnya :
http://www.kompasiana.com/www.ummmariam.com/ada-kampung-wisata-bunga-di-tanjung-morawa-medan_56fcb7ba1393731e0d6d1728
Untuk anda yang di
Medan dan sekitarnya, atau untuk anda yang hobi jalan-jalan, mampirlah
ke Kampung Wisata Bunga Tanjung Morawa Medan. Tak ada uang tiket masuk,
uang bayar parkir, semua gratis, yang perlu anda bayar hanyalah pohon
yang anda beli. Yang dijual juga tak hanya bunga tapi macem macem pokok
atau pohon lengkap disini.. Adek saya kebetulan beli bibit pohon mahoni.
Harga tanaman variatif dari yang dihargai seribu rupiah sampai ada yang
puluhan juta rupiah per pohon.
Oh ya, satu lagi, sekolah dasar tempat saya menuntut ilmu sampai kelas 5
SD, letaknya juga di Gang Madirsan, di Kampung Wisata Bunga, dan saat
saya sempatkan lewat, saya terpesona. Sekolah itu sudah berubah, banyak
pepohonan dengan gedung sekolah yang sudah dibangun permanen.
Selengkapnya :
http://www.kompasiana.com/www.ummmariam.com/ada-kampung-wisata-bunga-di-tanjung-morawa-medan_56fcb7ba1393731e0d6d1728