Powered by Blogger.

Pages

Featured Articles

Gallery

Send Quick Message

Name

Email *

Message *

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Monday, 15 August 2016

Bencong Dibantai di Tanjung Morawa Senin, 25 Mei 2015 — 11:49 WIB

Bencong Dibantai di Tanjung Morawa

Senin, 25 Mei 2015 — 11:49 WIB


MEDAN TANJUNG MORAWA – Warga yang berdomisili di kawasan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), heboh saat mengetahui kejadian pembunuhan yang menimpa Ramadhan alias Bela,40.
Korban yang berprofesi sebagai wanita pria (waria,red-bencong) ditemukan tewas bersimbah darah di kedimannya Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, tepatnya disamping RS Morawa Utama, Minggu (24/5) malam.
Kapolres Deli Serdang AKBP Edi Faryadi, Senin (25/5), mengaku pihak kepolisian baru mendapat informasi kemarin malam sekitar pukul 20.30 Wib.
Diperkirakan kejadian sekitar pukul 20.00 Wib. Korban dibantai di dapur dekat kamar mandi. Terdapat luka di bagian kepala dan tubuh korban. Selain itu belum diketahui siapa orang yang pertama kali tahu kejadian ini.
“Setelah dapat informasi kita langsung datang dan selanjutnya melakukan olah TKP. Belum ada yang kita amankan cuma sekarang masih mintai keterangan saksi-saksi karena katanya ada yang melihat,”ungkapnya.
Bela sehari-harinya tinggal sendirian di dalam rumah. Disebut sudah lama dirinya pisah dengan sang Istri yang saat ini berada di Malaysia.
“Bela belum punya anak. Kerjaannya nyanyi di keyboard. Dia ini bencong. Jadi kalau sehari-hari rumahnya itupun sering didatangi kawan-kawannya yang juga biduan. Kalau sama warga dia kurang begaul karena rumah yang dia tempati itu cuma ngontrak,” kata Adi, satu warga.

Di Gerebek Sarang Narkoba di Tanjung Morawa

Di Gerebek Sarang Narkoba di Tanjung Morawa

SUMUT - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNN) Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), menggerebek suatu lokasi yang dikenal sebagai sarang narkoba di Tanjung Morawa. Dalam operasi itu, petugas BNN dibantu polisi.
Pada awal pengngerebekan tersebut, petugas menemukan kotak kayu berisi paket sabu, bong atau alat isap sabu, plastik bening, korek api, pipet, serta timbangan elektrik.
Selanjutnya petugas melakukan penyisiran di sekitar rumah warga. Dari penyisiran ini, petugas kembali mengamankan satu paket sabu yang disembunyikan di bawah meja di salah satu warung.
Pengembangan seterusnya, ditemukan kantong plastik warna merah yang disembunyikan di parit di belakang rumah salah seorang warga. Parit itu ditutupi dengan seng bekas. Dalam kantong plastik itu ternyata ada 220 paket ganja kering siap edar.
Selain menyita barang bukti, empat warga di lokasi penggerebekan yang terdiri dari Misdianto (31), Indra Gunawan (40), M Ali Akbar (37), dan Reza (23), diamankan.
Kepala BNNK Deliserdang AKBP Joko Susilo mengatakan, penggerebekan ini berawal dari diamankannya salah seorang pria yang membawa narkoba jenis sabu. Guna penyelidikan lebih lanjut, semua yang diamankan dibawa ke kantor BNN Deliserdang


Kecelakaan terjadi di Jalinsum Km 22,5 Desa Wanosari Kecamatan Tanjung Morawa

Kecelakaan terjadi di Jalinsum Km 22,5 Desa Wanosari Kecamatan Tanjung Morawa


TANJUNG MORAWA- LUBUKPAKAM - Kecelakaan terjadi di Jalinsum Km 22,5 Desa Wanosari Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Senin (17/8/2015). Mobil Daihatsu Espass BM 1027 TF mengalami patah as dan menabrak mobil Toyota Inova BK 1258 WF.

Menurut warga sekitar peristiwa ini terjadi sekira pukul 05.30 WIB. Saat itu suasana masih gelap dan sedang turun hujan gerimis.

"Mobil Espass ini datang dari Medan mau ke Lubuk Pakam. Mobil itu patah as baru kemudian menabrak Innova yang datang dari arah berlawanan," ujar Arif warga di sekitar lokasi.

Mobil Daihatsu Espass ini rusak berat. Sementara itu mobil Innova tampak rusak di bagian depan dan masuk ke dalam parit.

Belum diketahui berapa orang korban dalam musibah ini. Namun banyak saksi mata yang menyebut ada korban tewas yang merupakan penumpang mobil Espass.

"Kalau yang kami ketahui ada 5 orang yang meninggal. Dua orang sekarang di RS Grand Medistra dan sisanya di RSUD Deli Serdang, kalau luka-luka ada enam orang. Masih sekeluarga semuanya," kata Dian, seorang warga.

Kanit Laka Polres Deli Serdang, Iptu G Karo Karo belum berbicara banyak ketika ditemui di RS Grand Medistra. Dia mengaku belum mendapat data lengkap.

"Anggota masih di lapangan sekarang. Belum diketahui pasti berapa yang tewas," kata Karo Karo.

Hal senada diungkapkan Kasat Lantas Polres Deli serdang, AKP Panji Ali Candra. Hingga pukul 08.40 WIB dirinya belum mendapatkan laporan resmi mengenai korban tewas di Jalinsum Km 22,5 Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Morawa, Senin (17/8/2015).

Meski kejadian kecelakaan disebut warga terjadi pada pukul 05.30 WIB, namun dia belum mendapatkan laporan pastinya dari anggota.

"Belum ada laporan pasti. Anggota masih melakukan pengecekan. Ada yang bilang satu ada juga yang bilang dua yang tewas, nanti kita pastikan dulu ya," ujar Panji.

Madirsan-tanjung morawa 'Garden Flower' Mayoritas Penduduknya Penjual Bunga

Madirsan-tanjung morawa 'Garden Flower'      Mayoritas Penduduknya Penjual Bunga

 MEDAN-TANJUNG MORAWA - Saat melintasi Jalan Mardisan, tepatnya di Kelurahan Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, yang juga disebut Garden Flower, wisatawan akan melihat pemandangan aneka bunga di setiap depan rumah penduduk.
Bukan belasan atau puluhan melainkan ratusan bunga berbaris di halaman rumah penduduk yang kebanyakan memiliki halaman luas.
Jika tertarik untuk berhenti sejenak, wisatawan bisa melihat banyak aneka tanaman dan mengenal cara perawatan dan kegiatan penduduk yang bermata pencaharian pedagang dan pengurus bunga ini.
Seluruh penduduk mayoritas merupakan pedagang bunga, oleh sebab itu desa tersebut dijuluki Garden Flower. Bak surganya bunga, atau istana bunga di negeri dongeng.
Garden Flower menawarkan warna-warni aneka tanaman, baik itu bunga atau buah. Mulai dari yang kecil hingga yang besar, dari bunga biasa hingga bunga langka, dan bunga yang paling murah hingga yang paling mahal.
Tanti Nila Wati, owner Tanti Flowers, menuturkan kebanyakan bunga bahkan ditanam dan dicangkok sendiri.
Kampung Bunga "Sisi, ayoklah... aku antar kau raon raon ke Kampung Wisata Bunga?" Kampung Wisata Bunga? Iya, ada Kampung Wisata Bunga di Tanjung Morawa, Medan. Sudah lama memang saya rayu adek saya untuk mau mengantarkan saya ke Kampung Wisata Bunga yang letaknya cuma berjarak satu gang dari rumah ibu saya di Medan. Tepatnya adalah di Gang madirsan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, Medan. Saya sering lewat depan Gang Madirsan, sekitar 13 Kilometer dari Kota Medan. Gang Madirsan merupakan gerbang masuk ke kampung Wisata Bunga untuk anda yang datang dari arah jalan Medan Tanjung Morawa. Tadinya sihhh....saya gak 'ngeh dengan Gapura besar depan Gang Madirsan yang bertuliskan Wisata Bunga Bangun Sari. Tapi lama lama heran juga, kenapa tiap lewat depan Gapura Madirsan pasti macet deh. Ada apaan sih di Gang Madirsan?. Masa banyak banget antrian kendaraan pribadi memasuki gang, banyak satpam dan bentor alias becak motor khas Medan mangkal depan gang, sampai akhirnya adek saya bercerita bahwa Gang Mardirsan sekarang sudah bukan gang biasa lagi, tapi sudah berubah menjadi Kampung Wisata Bunga. "Kampung Wisata Bunga ramee loh Siiii, apalagi pas hari libur, orang dari luar negeri banyak yang raon kesana, selfie, welfie, atau beli bunga," kata adek saya. Baiklah, meluncurlah saya dan adek saya ke Kampung Wisata Bunga, dan wahhhh... beneran saya dibuat terpesona. Sepanjang jalan dalam Gang Madirsan penuh dengan berbagai macam tanaman yang disusun rapi. Adek saya bilang kalau rata-rata warga yang tinggal sekitaran Gang Madirsan memang petani dan penjual bunga. Saat saya mampir ke sana, kebetulan sedang tak ramai. Mampir ke salah satu rumah penjual bunga yang di depan rumahnya ada patung singa macam patung singa yang di Singapura, No selfie! Jangan kawatir, tak ada larangannya. Iya bener Anda memang tak dilarang untuk foto-foto kok. Masuk lebih dalam ke Gang, dan saya merasa de javu. Suasananya beda banget, tak ada rasa panas karena buat saya Medan tuhh panas lohhh suhunya..sumuk...tapi di Kampung Wisata Bunga yang ada malah rasa adem dan hijau, mengingatkan saya akan suasana di Puncak Bogor. cakep kannn nyusun pokok kembangnya.. Yang unik adalah rumah penjual bunga di tanah yang landai yang sangat rimbun, bunga-bunga mereka susun begitu rupa disekitar rumah mereka. Saya jadi pengen beli pohon bunga mawar yang wahhhhh... pohonnya disusun rapi, berbagai jenis bunga mawar dengan berbagai warna, silahkan dipilih-pilih. Kampung Bunga Kampung Bunga "Keren kali in Banggg, Gang kok bisa disebut Kampung Wisata Bunga, kenapa yaaa Bang?" Si Abang abang yang kebetulan melayani saya beli-beli pohon bunga mawar, bercerita bahwa Kampung Wisata Bunga Tanjung Morawa, ternyata tak hanya seluas Gang Madirsan saja, tapi ada sekitar 4 dusun yang bergabung menjadi Kampung Wisata Bunga. Luasmya memanjang sampai ke arah Bandara Internasional Kuala Namu. Bahkan Gang Madirsan merupakan jalan alternatif lain menuju Batang Kuis dan BandaraInternasional Kuala Namu untuk anda yang datang dari Jalan Medan Tanjung Morawa. "Pohon bunga di Bandara Internasional Kuala Namu, itu semua dari sini Kak belinya, pas itu rame kalilah di sini, sempat untung besar kami, karena mereka--pihak Bandara-- beli pohon bunga dalam jumlah besar," kata abang pejual bunga lagi menjelaskan tanpa saya minta. Pilih bunga mawar Pilih bunga mawar "Pembeli bunga juga banyak yang bukan orang sini loh Kak, sering pembeli dari Singapura dan Malaysia melancong raon raon di sini, biasanya pas hari libur besar," lanjut si Abang lagi. Nah! Untuk anda yang di Medan dan sekitarnya, atau untuk anda yang hobi jalan-jalan, mampirlah ke Kampung Wisata Bunga Tanjung Morawa Medan. Tak ada uang tiket masuk, uang bayar parkir, semua gratis, yang perlu anda bayar hanyalah pohon yang anda beli. Yang dijual juga tak hanya bunga tapi macem macem pokok atau pohon lengkap disini.. Adek saya kebetulan beli bibit pohon mahoni. Harga tanaman variatif dari yang dihargai seribu rupiah sampai ada yang puluhan juta rupiah per pohon. Oh ya, satu lagi, sekolah dasar tempat saya menuntut ilmu sampai kelas 5 SD, letaknya juga di Gang Madirsan, di Kampung Wisata Bunga, dan saat saya sempatkan lewat, saya terpesona. Sekolah itu sudah berubah, banyak pepohonan dengan gedung sekolah yang sudah dibangun permanen.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.ummmariam.com/ada-kampung-wisata-bunga-di-tanjung-morawa-medan_56fcb7ba1393731e0d6d1728
Untuk anda yang di Medan dan sekitarnya, atau untuk anda yang hobi jalan-jalan, mampirlah ke Kampung Wisata Bunga Tanjung Morawa Medan. Tak ada uang tiket masuk, uang bayar parkir, semua gratis, yang perlu anda bayar hanyalah pohon yang anda beli. Yang dijual juga tak hanya bunga tapi macem macem pokok atau pohon lengkap disini.. Adek saya kebetulan beli bibit pohon mahoni. Harga tanaman variatif dari yang dihargai seribu rupiah sampai ada yang puluhan juta rupiah per pohon. Oh ya, satu lagi, sekolah dasar tempat saya menuntut ilmu sampai kelas 5 SD, letaknya juga di Gang Madirsan, di Kampung Wisata Bunga, dan saat saya sempatkan lewat, saya terpesona. Sekolah itu sudah berubah, banyak pepohonan dengan gedung sekolah yang sudah dibangun permanen.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.ummmariam.com/ada-kampung-wisata-bunga-di-tanjung-morawa-medan_56fcb7ba1393731e0d6d1728
Untuk anda yang di Medan dan sekitarnya, atau untuk anda yang hobi jalan-jalan, mampirlah ke Kampung Wisata Bunga Tanjung Morawa Medan. Tak ada uang tiket masuk, uang bayar parkir, semua gratis, yang perlu anda bayar hanyalah pohon yang anda beli. Yang dijual juga tak hanya bunga tapi macem macem pokok atau pohon lengkap disini.. Adek saya kebetulan beli bibit pohon mahoni. Harga tanaman variatif dari yang dihargai seribu rupiah sampai ada yang puluhan juta rupiah per pohon. Oh ya, satu lagi, sekolah dasar tempat saya menuntut ilmu sampai kelas 5 SD, letaknya juga di Gang Madirsan, di Kampung Wisata Bunga, dan saat saya sempatkan lewat, saya terpesona. Sekolah itu sudah berubah, banyak pepohonan dengan gedung sekolah yang sudah dibangun permanen.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.ummmariam.com/ada-kampung-wisata-bunga-di-tanjung-morawa-medan_56fcb7ba1393731e0d6d1728
Untuk anda yang di Medan dan sekitarnya, atau untuk anda yang hobi jalan-jalan, mampirlah ke Kampung Wisata Bunga Tanjung Morawa Medan. Tak ada uang tiket masuk, uang bayar parkir, semua gratis, yang perlu anda bayar hanyalah pohon yang anda beli. Yang dijual juga tak hanya bunga tapi macem macem pokok atau pohon lengkap disini.. Adek saya kebetulan beli bibit pohon mahoni. Harga tanaman variatif dari yang dihargai seribu rupiah sampai ada yang puluhan juta rupiah per pohon. Oh ya, satu lagi, sekolah dasar tempat saya menuntut ilmu sampai kelas 5 SD, letaknya juga di Gang Madirsan, di Kampung Wisata Bunga, dan saat saya sempatkan lewat, saya terpesona. Sekolah itu sudah berubah, banyak pepohonan dengan gedung sekolah yang sudah dibangun permanen.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.ummmariam.com/ada-kampung-wisata-bunga-di-tanjung-morawa-medan_56fcb7ba1393731e0d6d1728